Jumat, 20 Maret 2015

Pursuit of Happiness

      Akhirnya aku buka blog lagi, sudah setahun sejak tulisan terakhir. Akhir-akhir ini semua serba susah, pengumuman IP semester 3 baru keluar dan hasilnya tidak terduga, 2.51 kawan kawan. Nah, di kampus ku ini peraturan mengenai IP (Indeks Prestasi) itu lumayan menyebalkan, bayangkan saja syarat IP minimal untuk per semester nya adalah 2.4 dan khusus untuk IPK (setiap semester genap), harus mencapai 2.75, kalau tidak mencukupi syarat, au revoir Robby!. Hitung hitungan sederhananya sih karena IP semester 3 ku 2.51, berarti untuk lulus di semester 4 aku harus mencapai IP minimal 2.99 agar akumulasi nya (IPK) menembus angka 2.75.
      Bayangkan kawan-kawan, karena rasa takut ku, semua file hiburan seperti permainan dan film aku hapus dari laptop ku. Belum pernah aku takut dengan nilai akademik selama 1.5 tahun berkuliah di kampus ku, tapi sekarang ceritanya beda. Aku lulus SMA tahun 2012 dimana berarti saat tulisan ini aku tulis, kelulusan ku itu sudah 3 tahun yang lalu, yang berarti aku sudah tidak bisa lagi mengikuti seleksi masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Setiap tahun aku sudah mengikuti seleksi masuk PTN untuk mengejar sebuah kampus idaman (akan aku ceritakan di tulisan lain), bahkan saat aku sudah berkuliah di kampus yang sekarang ini. Dan sekarang habis sudah kesempatan itu, aku tak bisa kabur kemana mana lagi.
       Sekarang semester 4 sudah dimulai dan aku sudah bertekad untuk menyelesaikan semua masalah dan berhasil. Semua ini tentu ada tujuannya, agar aku bisa lulus dari kampus ku ini. Tentu saja, tapi apa tujuan kelulusan ku itu? Untuk pencapaian ku sendiri? Tidak! Aku tidak pernah sama sekali ber-angan-angan untuk bisa menempuh pendidikan di tempat ini. Semua ini untuk orang-orang yang kucintai, keluarga ku. Seperti yang pernah aku tulis sebelumnya, aku sadar bahwa hidup ku ini bukan hanya hidupku, harapan yang mereka titipkan padaku sangat lah besar, mengabaikannya berarti aku tega menyakiti mereka. Bagaimana dengan diriku? Apakah aku akan bahagia dengan melanjutkan hidupku melalui perkuliahan dan kelulusan dari kampus ini? Entahlah. Yang aku tahu, jika orang yang kucintai berbahagia, aku pun akan berbahagia.